Ayah...

Sumber gambar
kerutan itu masih mampu ku eja
tak sempat ku meraba, menghiba
ingin ku cerap setiap kecewa
tak ingin menambah luka

desah berat itu kian terasa
tercekat diantara relung jiwa
ucapmu terbata tak tertata
tercekat dalam kata

buliran itu mendidih panas
mengalir di pelupuk kerut paras
hadir percik bias
menetes dihati kaku nan keras


berjuanglah Nak,ucapmu
dalam kata terbalut syahdu
luluh aku dihadapmu
tak mampu ku menolakmu
***

mengusung beban, memantapkan langkah
sebuntal do'a, dengan asa yang membuncah
tinggalkan mentari, merekah
menuju rembulan, cerah

meski gontai, tetap melangkah
tak kembali pada mentari, kalah
lebih baik mati daripada meyerah
bersemayam dalam tanah telatah

saksikanlah wahai Ayah
inilah anakmu yang belajar memegang bara
bara nasib dunia
tak kan menyerah meski bermandi nanah
berkubang darah

0 Response to "Ayah..."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel