Luka di Hati

Hari ini aku melihat luka yang masih tersisa di hati. Kadang hal yang terlihat lebih rumit saat aku mencoba menyembuhkannya sendiri, nyatanya malah bertambah lebih sakit dan parah. Kau datang dengan senyuman terukir di wajahmu, kau bertanya tentangku " Apa kabar? ". Aku bingung harus menjawab baik atau buruk. Karena ke adaan fisik memang baik, tapi hatiku masih terasa sakit terbidik panah luka yang kau tancamkan secara sengaja. Aku menghela napasku, berusaha terlihat baik-baik saja di hadapanmu. Agar kamu berpikir aku tidak punya masalah saat kau yang dulu pernah singgah dihati, lalu memilih untuk pergi.

Aku menjawab tanyamu " Kabarku baik ". Lalu, kau pun tersenyum. Senyumu yang selalu aku rindukan kini terlihat jelas di hadapanku. Walau pun terkadang aku merasa senyummu adalah awal dari hal yang menyakitkan, mematahkan, menyulitkan. Aku hanya ingin tidak membuatmu cemas, walau pun dulu kau juga yang membuatku terhempas. Pada akhirnya kau tidak akan pernah menyadari ada sejumlah perasaan yang sejujurnya menyakitkan dan masih ku pendam. Aku menyadari bahwa cinta memang menyakitkan seketika aku kehilangan dan tidak memilikinya. Sejujurnya aku masih mencintaimu.

0 Response to "Luka di Hati"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel